Hosting Unlimited Indonesia

Tuesday, 13 September 2016

Perbedaab Gram Positif dan Gram Negatif

Untuk membedakan gram positif dan gram negatif kita harus tahu perbeda yang ada pada meraka. Ini adalah salah satu perbedaan yang ada pada gram positif dan gram negatif. Perbedaan tersebut sebagai berikut :

No
Keterangan
Gram Positif
Gram Negatif
1
Dinding Sel
Kandungan lipid renda
Kandungan lipid tinggi
2
Terhadap penisilin
Lebih sensitif
Lebih tahan
3
Terhadap perlakuan fisik
Lebih tahan
Kurang tahan
4
Kebutuhan nutrien
kompleks
Relatif sederhana
5
Toksin yang dibentuk
eksotoksin
endotoksin
6
Penghambatan warna basa
Lebih dihambat
Kurang dihambat
7
Terhadap streptomisin
Tidak sensitif
sensitif

Contoh Gram
Gram Positif
Ø  Staphylococcus
Ø  Streptococcus
Ø  Enterococcus
Ø  Bacillus
Ø  Corynebacterium
Ø  Nocardia
Ø  Clostridium
Ø  Actinobacteria
Ø  Listeria

Gram Negatif
v  Enterobactericeae (Escherichia coli, Salmonella, Shigella)
v  Pseudomonas
v  Moraxella
v  Helicobacter
v  Stenotrophomas
v  Bdellovibrio
v  Bakteri asam laktat
v  Legionella
v  Cyanobacteria
v  Sprichaeta


Thursday, 8 September 2016

Pembuatan Cat Induk Fuchsin, Carbon Gantian Violet dan Lugol

Pembuatan Cat  Induk Fuchsine
1.      Siapkan 5 gram bubuk fuchsine
2.      Masukkan ke beaker glass
3.      Tambahkan alkohol 96% sebanyak 95 ml
4.      Aduk sampai homogen / larut sempurna
5.      Masukkan kedalam botol coklat
Pembuatan Air Fuchsine
a.       Pipet 10 ml cat induk yang sudah dibuat
b.      Masukkan kedalam beaker glass
c.       Tambahkan 90 ml aquades
d.      Aduk hingga larut sempurna / homogen
e.       Masukkan kedalam botol

Pembutan Cat Induk Carbon Gentian Violet
1)      Siapkan 5 gram bubuk gantian violet
2)      Masukkan ke beaker glass
3)      Tambahkan alkohol 96% sebanyak 95 ml
4)      Aduk sampai homogen / larut sempurna
5)      Masukkan kedalam botol coklat
Pembuatan carbon Gantian Violet
a)      Pipet 10 ml cat induk carbon gentian violet
b)      Masukkan ke beaker glass
c)      Tambahkan 90 ml aquades
d)     Aduk sampai homogen
e)      Masukkan kedalam botol coklat

Pembuatan Lugol
a.       Siapkan komposisi berikut :
·         Iodium Kristal                      1 gam
·         KI                                         2 gram
·         Aquades                                300 ml
b.      Haluskan KI sampai bener-bener menjadi serbuk halus
c.       KI dilarutkan dalam 150 ml aquades sampai homogen
d.      Iodium kristal dilarutkan dalam 150 ml aquades sampai homogen
e.       Campur 2 larutan tersebut sampai homogen
f.       Masukkan kedalam botol coklat





Friday, 12 August 2016

Contoh Soal Interview di Laboratorium Klinik Kesehatan

1.      Hematologi
a.       Gambarkan sel-sel dalam hitung jenis dan nilai normalnya ? jawaban
b.      Sebutkan Golongan darah ? jawaban
c.       Sebutkan macam-macam antikoagulan, perbedaan dan pengaruh antikoagulan terhadap sel-sel darah? jawaban
d.      Jelaskan langkah-langkah Pemeriksaan manual lekosit, eritrosit dan trombosit ?
e.       Sebut macam-macam warna tabung dan kegunaannya ? jawaban
f.  Jelaskan langkah-langkah pengambilan sampel darah ? jawaban
g.   Sebutkan daerah-daerah yang tidak boleh diambil sampel darah ? jawaban
2.      Kimia Klinik
a.       Mengapa Penderita diabetes mellitus saat mengalami luka susah sembuh, penyebab seseorang bisa terkena diabetes millitus dan gejala DM ? jawaban
b.      Sebutkan langkah-langkah pemeriksaan glokosa toleransi test ?
c.       Apa kegunaan pemeriksaan Hba1C ? jawaban
d.      Metode untuk pemeriksaan gula darah, kreatinine, uric acid,Urea SGOT, SGPT,?
e.       Parameter pemeriksaan untuk menilai fungsi Ginjal, Hati, Lemak, Elektrolit dan Glukosa ?
f.       Jelaskan perbedaan kolestrol LDL dan HDL ? jawaban

3.      Imonologi dan Serologi
a.       Sebutkan cara penularan hepatitis B, pencegahannya, gejalanya dan metode pemeriksaannya ? jawaban
b.      Kepanjangan dari HIV, cara penularannya, cara pencegahannya dan gejalanya ? jawaban
c.       Apa parameter pemeriksaan penyakit typhoid ? jawaban
d.      Hormon apa yang diperiksaan untuk test kehamilan dan prinsip pemeriksaannya ?
e.       Kepanjangan dari DHF, apa penyebabnya dan gejalanya ? jawaban

4.      Urin dan Faeses
a.       Jelaskan langkah-langkah pemeriksaan urin ?
b.      Apa saja yang mungkin ditemukan dalam sedimen urin dalam PH basa dan PH asam ?
c.       Mengapa digunakan urin pagi untuk pemeriksaan urin rutin ?
d.      Macam-macam telur cacing yang mungkin ditemukan dalam faeses ? jawaban
e.       Macam-mcam reagen yang digunakan untuk pemeriksaan faeses dan bedanya?
f.       Sebutkan Parameter urin lengkap ?
g.      Sebutkan indikasi seseorang itu terkana infeksi dilihat dari urin ?

5.      Bakteriologi
a.       Jelaskan dengan singkat Pewarnaan gram ? jawaban
b.      Jelaskan dengan singkat Pewarna BTA ? jawaban
c.       Sebutkan perbedaan gram positif dan gram negatif ? jawaban
d.      Sebutkan langkah-langkah identifikasi bakteri ?

Friday, 29 July 2016

Prosedur Pewarnaan BTA



Metode : Zeihl neelsen
Tujuan : Untuk mencari BTA
Prinsip : 
Dinding bakteri yang tahan asam mempunyai lapisan lilin dan lemak yang sukar ditembus cat. Oleh karena pengaruh fenol dan pemanasan maka lapisan lilin dan lemak itu dapat ditembus cat basic fuchsin. Pada waktu pencucian lapisan lilin dan lemak yang terbuka akan merapat kembali. Pada pencucian dengan asam alkohol warna fuchsin tidak dilepas. Sedangkan pada bakteri tidak tahan asam akan luntur dan mengambil warna biru dari methylen blue. 
Prosedur Pembuatan Sediaan
a)      Diambil kaca sediaan yang bersih, bebas lemak dan tidak ada goresan.
b)      Disiapkan sebuah kaca sediaan.
c)      Lampu speritus dinyalakan dan ose dipanaskan sampai membara mulai ujung sampai kepangkal.
d)     Dengan menggunakan ose steril lalu diambil bagian sputum yang kental berwarna putih kekuninggan atau putih kehijauan, lalu diletakkan pada kaca sediaan.
e)      Sputum diratakan jangan terlalu tipis atau terlalu tebal.
f)       Dimasukkan ose kedalam botol yang berisi pasir dan olkohol 70 %(tinggi alkohol ± 3 cm diatas pasir). Kemudian tangkai ose digoyangkan pelan-pelan untuk melepaskan sisa partikel sputum yang melekat pada ose.
g)      Letakkan ose berdekatan pada api spiritus, setelah kering barulah dibakar sampai pijar.
h)      Keringkan sediaan pada suhu kamar, jangan dikeringkan di atas nyala api.sediaan dilewatkan diatas nyala api lampu speritus sebanyak 3 X selama 3-5 detik.
Prosedur Pewarnaan
1.      Letakkan sediaan di atas rak pewarnaan dengan hapusan menghadap ke atas.
2.      Tuangkan Carbol Fuchsin sampai menutupi seluruh permukaan kaca sediaan.
3.      Panaskan kaca sediaan secara hati-hati dengan cara melewatkan nyala api pada bagian bawah kaca sehingga keluar uap(jangan sampai mendidih) selama 3 menit.
4.      Sediaan dibiarkan hingga dingin selama 5 menit.
5.      Sediaan dicuci dengan air mengalir.
6.      Tuangkan asam alkohol 3% di atas kaca sediaan sampai warna merah dari fuchsin hilang.
7.      Sediaan dicuci dengann air mengalir.
8.      Tuangkan larutan methylen blue 0,3% diatas sediaan dan biarkan selama 10-20 detik atau larutan methylen blue 0,1% selama 1 menit.
9.      Sediaan dicuci dengan air mengalir dan keringkan pada suhu kamar.
Prosedur Pembacaan
a.       Sediaan yang sudah kering diperiksa dibawah mikroskop.
b.      Teteskan satu tetes minyak emersi diatas sediaan, periksa dengan okuler 10X dan objektif 100X.
c.       Carilah basil tahan asaam (BTA) yang berwarna merah dengan latar belakang biru.
d.      Periksa paling sedikit 100 lapangan pandang dengan cara menggeserkan sediaan dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri pada garis lurus.
Interpretasi Hasil
1)      Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapangan pandang : Negatif
2)      Ditemukan 1-9 BTA/ 100 lapangan pandang : Ditulis jumlah kuman yang ditemukan/pengambilan sampel ulang
3)      Ditemukan 10-99 BTA/ 100 lapangan pandang : + (1+)
4)      Ditemukan 1-10 BTA/ 1 lapangan pandang : ++ (2+)
Ditemukan > 10 BTA/ 1 lapangan pandang : +++ (3+)